Selasa, 02 April 2013

pariwisata NTB









-->Hampir lebih dari 20 desa mengelilingi Gunung Rinjani dan tentunya ada banyak rute/trayek menuju pegunungan tapi jalan/pintu masuk utama melalui senaru di bagian utara serta sembalun lawang dibagian timur. Taman nasional Gunung Rinjani terletak pada zona transisi utama (Wallace) dimana flora dan fauna asia tanggara ini merupakan transisi dramatis yang bisa dikategorikan sebagai jenis dari Australia. Taman nasional ini sendiri kaya akan tumbuh-tumbuhan dan hewan meskipun semuanya bisa jadi sangat sulit untuk dilihat karena hamparan tanah lapang serta hutan hujan tropis. Terkadang anda bisa menjumpai Lutung di pagi hari, Kera abu yang berekor panjang, Rusa juga bisa anda jumpai karena rusa merupakan hewan penghuni Gunung Rinjani. Di punggung bukit anda juga bisa menjumpai kera abu yang berekar panjang. Jika kita sedang beruntung kita bisa menjumpai landak, musang dan kijang yang biasanya berpungsi sebagai alarm alam sekaligus penjaga yang mengisyaratkan ke hewan yang lain jika ada gangguan.
--> -->
Berbagai jenis burung juga mendiami hutan di taman nasional ini yang paling terkenal dan juga menjadi icon di taman ini adalah Burung kakatua yang sangat sulit ditemukan di bagian barat pulau ini. Berbagai jenis hewan, serangga, burung, dan kera punya cara tersendiri untuk hidup bertahan terhadap serangan dari babi hutan.

Jenis cemara kasuarina adalah ciri khas dilereng pegunungan yang ditutupi rumput. Anggrek juga merupakan bunga utama di wilayah padang rumput ini seperti halnya bunga abadi/edelweiss yang tumbuh di batang-batang pohon yang merupakan icon indah di taman ini. Dibawah ini disebutkan berbagai cerita yang diambil dari para penduduk desa ini yang merupakan kumpulan ceritera tradisional turun-temurun dari satu generasi ke generasi selanjutnya di dekat dusun Senaru ini:

Bunut Ngengkang
Ini adalah tempat persinggahan pertama untuk istirahat dimana jalan-jalan setapak dari senaru dan semokan bertemu. Ini adalah pohon beringin yang lebar di bagian bawahnya yang nampak seperti orang yang berdiri dengan kaki yang agak berjauhan/mengangkang untuk itulah dinamakan bunut ngengkang. Andongan tambing salah satu pintu masuk hutan dan juga merupakan camp pertama untuk pendakian rinjani. Diharapkan para pendaki lebih berhati-hati di lereng terjal ini

Peristirahatan Pos Dua Setengah Perjalanan ke Puncak
Ini adalah tempat persinggahan kedua untuk istirahat dan merupakan sebuah batu yang dinamakan” batu penyesalan”, tempat ini sebagai tanda dimana para pendaki merasa ada pergolakan batin apakah akan tetap melanjutkan pendakian atau kembali karena perjalanan masih jauh ke depan untuk mencapai tujuan yang akan dituju setelah lama berjalan. Biasanya makan waktu sekitar 2 jam berjalan kaki dari bunut ngengkang]
ketinggian gunung ini mencapai 3750 meter dari atas perpukaan air laut jadi sayang kalau di lewatkan .


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda kemajuan kami